| |
Komputasi Sistem Kekebalan Tubuh
- Penulis: Denny Hermawanto
- Bahasa: Indonesia
- Jumlah Halaman: 7
- Format file: PDF
- Publisher: IlmuKomputer.Com
- Tahun terbit: Juni 2006
- Download makalah lengkap: Denny-kskt.zip
KATA PENGANTAR

Pada saat sekarang ini banyak berkembang yang disebut sebagai bio-inspired algorithm yaitu algoritma komputasi yang diinspirasi oleh mekanisme alamiah makhluk hidup seperti misalnya neural network yang didasari oleh mekanisme jaringan syaraf, algorima genetika yang didasari sistem evolusi, sistem koloni semut dan lainnya. Metode-metode tersebut telah dapat diaplikasikan secara luas untuk berbagai permasalahan teknik sampai ekonomi dan keuangan. Salah satu metode dalam bio-inspired algorithm yang baru berkembang adalah artificial immune system yaitu metode yang diinspirasi dari cara kerja sistem kekebalan tubuh pada mamalia (de Castro and Timmis, 2003). Metode ini telah diaplikasikan untuk pengenalan pola dan klasisikasi (Hunt and Cooke, 1996; Carter, 2000; de Castro and Timmis, 2002b), optimasi (Fukuda et. al., 1998; de Castro and Von Zuben, 2000a), analisa data (Timmis and Neal, 2001; de Castro and Von Zuben, 2000b), keamanan komputer (Kephart, 1994; Kim and Bentley, 1999; Hofmeyr and Forrest, 2000) dan robotika (Ishiguro et.al., 1997; Jun et. al., 1999).
Tulisan ini akan memberikan sedikit pengenalan mengenai artificial immune system, dasar ilmu biologi mengenai sistem kekebalan tubuh dan pemodelan komputasinya.
BIOLOGI SISTEM KEKEBALAN TUBUH
Pada tubuh manusia sistim kekebalan berfungsi untuk mendeteksi masuknya benda asing atau pathogen ke dalam tubuh seperti virus, bakteri yang dapat mengganggu kestabilan tubuh. Sistim kekebalan tubuh tidak dapat mendeteksi secara langsung adanya pathogen yang masuk ke dalam tubuh, tetapi melalui bagian dari pathogen yang disebut dengan antigen . Jika terdeteksi adanya pathogen , sistim kekebalan tubuh bertugas untuk mengeleminasinya dari tubuh. Agar proses eliminasi pathogen berlangsung dengan baik dan benar, sistim kekebalan tubuh harus mampu untuk membedakan antara antigen pada pathogen yang selanjutnya disebut dengan nonself-antigen dengan antigen sel-sel tubuh yang disebut dengan self-antigen .
|