KOMUNITAS ELEARNING GRATIS ILMU KOMPUTER INDONESIA

Penulis - Pengurus - Radio Online - Kirim Tulisan - Milis - Konsultasi - Seminar - Download - CD Gratis - Mirror - Sponsorship - Donasi - Home

 Ingin Berpartisipasi Aktif ?
   Menjadi Anggota Komunitas
   Menjadi Penulis
   Menjadi Distributor CD
   Menjadi Pengurus
   Menjadi Pe-mirror Situs
   Menjadi Konsultan Online
   Menjadi Donatur
   Menjadi Pemasang Iklan
   Menjadi Rekanan Jaringan
 Kuliah Pengantar
   Pengenalan
 Apa Itu Ilmu Komputer
   Klasifikasi Ilmu Komputer
   Pengantar Informatika
   Kamus Istilah Komputer
   Sejarah dan Tokoh-Tokoh
   Sejarah Komputer
   Mengenal Tokoh-Tokoh
   Perkembangan Komputer
   Apa Itu Komputer
   Perkembangan Hardware
   Perkembangan Software
   Teori Komputasi
 Matematika Biner
   Get Binary Code
   Teknik Algoritma Paralel
   Sistem Kekebalan Tubuh
   Pemrograman
   Action Script Flash MX 2004
 Kuliah Umum
   Software Engineering
   Pengantar UML
   Pengantar OOAD
   Pengantar Software Agent
   Tutorial Eclipse
   Tutorial Rational Rose
   Database Realtime Comp
   Mengenal Algoritma DES
   Pemrograman
   Class C++ Dasar
   Pengantar JavaScript
   Struktur Pemrograman
   Java Fundamental
   Java Advanced
   Dasar Pemrograman Java
   Aplikasi Enterprise Java
   Aplikasi Web Java
   Delphi Untuk Pemula
   Visualisasi Metode
 Pengurutan
   Pengantar Pemrograman
 Berbasis Aspek
   Tipe Data di Delphi
   Mengakses Database pada
 PHP melalui ODBC
   Mengakses Database pada
 Delphi dengan ADO
   C++ : Scope Class
   Form Cantik dg Delphi
   Pengantar ASP.NET
   Tutorial Web Database
 dengan ASP.NET/VB.NET
   Tutorial Transact SQL
   Pengantar SQL Server 2000
   SQL Syntax Basic
   Batch Programming pd  Windows
   PHP Web Service
   Membuat Aplikasi  Steganografi
   Aplikasi SMS with VB
   Aplikasi GUI with GambArt
   Template Library C++
   Dasar Pemrograman JSP
   BioInformatika dan AI
   Pengantar Bioinformatika
   Pengantar Softcomputing
   Pengantar Multi Agent Sistem
   Mobile Agents Security
   SVM dalam Bioinformatika
   Algoritma Genetik
   Aplikasi Pemrograman  Dinamis
   Jaringan dan Sekuriti
   Membangun ISP
   Pengantar MPLS
   Pengantar NGN
   Pengantar Jaringan
   Pengantar Jaringan ISP
   Pengantar Cisco Router
   Pengantar DNS
   Pengantar IPv6 pd FreeBSD
   Pengantar IPv6 pd Linux
   TCP/IP pada Windows NT
   Pengantar Pengkabelan
   Pengantar ADSL
   Pengenalan Internet
   Pengantar Sekuriti Internet
   Pengantar Serangan DoS
   Tutorial Komputer&Jaringan
   Teknik Konfigurasi LAN
   Tutorial Voip
   Sekuriti Informasi Kelautan
   Ontologi Informasi Kelautan
   Praktek Sekuriti Jaringan
   Pengantar Firewall
   Pengantar VoIP
   Menghitung Bandwidth
 untuk VoIP
   Network Address Translation
 (NAT)
   Teknologi Jaringan
 Komputer
   Interkoneksi IPv6 dan IPv4
   Proyek JXTA
   Qmail Mail Server
   Konfigurasi Cisco Switch
   Security SQL Server
   Squid dan Shorewall
   Definisi dan Nilai Honeypots
   Dasar Kriptografi
   Kriptografi dg VB.NET
   Bypass Firewall
   Koneksi Jaringan
 di Linux
   Sistem Operasi
   Sistem Operasi Terdistribusi
   Kuliah Sistem Operasi
   Linux dan Aplikasinya
   Pengantar WinBI-NG
   Pengenalan Linux
   Administrasi Jaringan Linux
   Administrasi System Linux
   Administrasi Dasar Linux
   Linux OS Masa Depan
   Linux Desktop Fundamental
   Tutorial Instalasi SUSE
   Panduan Instalasi Redhat
   Tutorial Microsoft Windows
   Tutorial Microsoft DOS
   Panduan Instalasi
 Mandrake
   Manajemen Proses dan
 Memori di Linux
   Sistem Operasi:
 Proses pada Linux
   Installasi Kubuntu Linux
   Pengantar Linux
   Sistem Informasi
   Pengantar e-Learning
   Pengelolaan Sistem
   Pengantar SAP
   Manajemen Operasi dg Web
   Pengantar Database
   Pengantar CRM
   Performance Management  System
   Pengantar GIS
   Web dan Internet
   Dasar PHP dan MySQL
   Manipulasi Mysql dg PHP
   Pengantar XML
   Pengantar CMS
   Tutorial CSS
   Tutorial Windows&Internet
   Tutorial Dreamweaver
   Tutorial Fireworks
   Tutorial Flash
   Pengantar Fireworks
   Tutorial PHP dan MySQL
   Tutorial PHP
   Tutorial HTML dan CSS
   Mengecek Proxy dg PHP
   Pengantar Data Mining
   Handling Binary Data
 in XML
   VRML and Java 3D:
 a Comparison
   PHP dan MySQL untuk
 E-Commerce
   Fundamentals of Portal
   Pen Tool Pada Flash
   Aplikasi Office
   Tutorial Microsoft Office
   Aplikasi dg MS Access
   Tutorial Microsoft Excel
   Tutorial Microsoft Word
   Tutorial Microsoft Outlook
   Tutorial TI Untuk Pekerja
   Pengantar Latex
   Instal Latex di Windows
   Tutorial Editor Vi
   Tutorial MagicPoint
   Tutorial Editor Pico
   Tutorial Vim
   Aplikasi Scientific
   Belajar Cepat Chemcad 5.2
   Tutorial Gnuplot
   Pengolahan Citra
   Pengantar SVG
   Digital Mark Reader
   Tutorial Photoshop 7
   Tutorial Adobe Premiere
   Belajar Membuat Animasi
   Hardware
   Tutorial Pembuatan LSI
   Perkembangan CMOS
   Tutorial Merakit PC
   Tutorial OpenOffice Writer
   Aplikasi Server
   Tutorial Winroute Pro
   Tutorial MDaemon
   Server dgn OpenSource
   Tutorial PostgreSQL
   Tutorial Samba
   Berbagi File Dengan Samba
   Berbagi Printer
 Dengan Samba
   Membangun DHCP Server
 Tips dan Trik
   Teknik Pemrograman
   Administrasi Server
   Sistem Database
   Internet dan Web
   Aplikasi Komputer
   Sekuriti dan Hacking

 
 
  Membangun Jaringan Komputer: Mengenal Hardware dan Topologi Jaringan

Membangun Jaringan Komputer:
Mengenal Hardware dan Topologi Jaringan

- Penulis: Harry Prihanto
- Bahasa: Indonesia
- Format file: HTML
- Publisher: IlmuKomputer.Com
- Tahun terbit: Juni 2003

1. Pendahuluan

Sejak memasyarakatnya Internet dan dipasarkannya sistem operasi Windows95 oleh Microsoft, menghubungkan beberapa komputer baik komputer pribadi (PC) maupun server dengan sebuah jaringan dari jenis LAN (Local Area Network) sampai WAN (Wide Area Network) menjadi sebuah hal yang biasa. Demikian pula dengan konsep "downsizing" maupun "lightsizing" yang bertujuan menekan anggaran belanja khususnya peralatan komputer, maka sebuah jaringan merupakan satu hal yang sangat diperlukan. Dalam makalah ini akan dibahas sebagian komponen yang diperlukan untuk membuat sebuah jaringan komputer.

2. Sejarah Jaringan

Konsep jaringan komputer lahir pada tahun 1940-an di Amerika dari sebuah proyek pengembangan komputer MODEL I di laboratorium Bell dan group riset Harvard University yang dipimpin profesor H. Aiken. Pada mulanya proyek tersebut hanyalah ingin memanfaatkan sebuah perangkat komputer yang harus dipakai bersama. Untuk mengerjakan beberapa proses tanpa banyak membuang waktu kosong dibuatlah proses beruntun (Batch Processing), sehingga beberapa program bisa dijalankan dalam sebuah komputer dengan dengan kaidah antrian.

Ditahun 1950-an ketika jenis komputer mulai membesar sampai terciptanya super komputer, maka sebuah komputer mesti melayani beberapa terminal. (Lihat Gambar 1.) Untuk itu ditemukan konsep distribusi proses berdasarkan waktu yang dikenal dengan nama TSS (Time Sharing System), maka untuk pertama kali bentuk jaringan (network) komputer diaplikasikan. Pada sistem TSS beberapa terminal terhubung secara seri ke sebuah host komputer. Dalam proses TSS mulai nampak perpaduan teknologi komputer dan teknologi telekomunikasi yang pada awalnya berkembang sendiri-sendiri.


Gambar 1. Jaringan komputer model TSS.

Memasuki tahun 1970-an, setelah beban pekerjaan bertambah banyak dan harga perangkat komputer besar mulai terasa sangat mahal, maka mulailah digunakan konsep proses distribusi (Distributed Processing). Seperti pada Gambar 2., dalam proses ini beberapa host komputer mengerjakan sebuah pekerjaan besar secara paralel untuk melayani beberapa terminal yang tersambung secara seri disetiap host komputer. Dala proses distribusi sudah mutlak diperlukan perpaduan yang mendalam antara teknologi komputer dan telekomunikasi, karena selain proses yang harus didistribusikan, semua host komputer wajib melayani terminal-terminalnya dalam satu perintah dari komputer pusat.


Gambar 2. Jaringan komputer model distributed processing.

Selanjutnya ketika harga-harga komputer kecil sudah mulai menurun dan konsep proses distribusi sudah matang, maka penggunaan komputer dan jaringannya sudah mulai beragam dari mulai menangani proses bersama maupun komunikasi antar komputer (Peer to Peer System) saja tanpa melalui komputer pusat. Untuk itu mulailah berkembang teknologi jaringan lokal yang dikenal dengan sebutan LAN. Demikian pula ketika Internet mulai diperkenalkan, maka sebagian besar LAN yang berdiri sendiri mulai berhubungan dan terbentuklah jaringan raksasa WAN.

3. Model referensi OSI dan Standarisasi

Untuk menyelenggarakan komunikasi berbagai macam vendor komputer diperlukan sebuah aturan baku yang standar dan disetejui berbagai fihak. Seperti halnya dua orang yang berlainan bangsa, maka untuk berkomunikasi memerlukan penerjemah/interpreter atau satu bahasa yang dimengerti kedua belah fihak. Dalam dunia komputer dan telekomunikasi interpreter identik dengan protokol. Untuk itu maka badan dunia yang menangani masalah standarisasi ISO (International Standardization Organization) membuat aturan baku yang dikenal dengan nama model referensi OSI (Open System Interconnection). Dengan demikian diharapkan semua vendor perangkat telekomunikasi haruslah berpedoman dengan model referensi ini dalam mengembangkan protokolnya.

Model referensi OSI terdiri dari 7 lapisan, mulai dari lapisan fisik sampai dengan aplikasi. Model referensi ini tidak hanya berguna untuk produk-produk LAN saja, tetapi dalam membangung jaringan Internet sekalipun sangat diperlukan. Hubungan antara model referensi OSI dengan protokol Internet bisa dilihat dalam Tabel 1.

Table 1. Hubungan referensi model OSI dengan protokol Internet.

Model OSI

TCP/IP

Protokol TCP/IP

No

Lapisan

 

Nama Protokol

Kegunaan

7

Aplikasi

Aplikasi

DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol)

Protokol untuk distribusi IP pada jaringan dengan jumlah IP yang terbatas

DNS (Domain Name Server)

Data base nama domain mesin dan nomer IP

FTP (File Transfer Protocol)

Protokol untuk transfer file

HTTP (HyperText Transfer Protocol)

Protokol untuk transfer file HTML dan Web

MIME (Multipurpose Internet Mail Extention)

Protokol untuk mengirim file binary dalam bentuk teks

NNTP (Networ News Transfer Protocol)

Protokol untuk menerima dan mengirim newsgroup

POP (Post Office Protocol)

Protokol untuk mengambil mail dari server

SMB (Server Message Block)

Protokol untuk transfer berbagai server file DOS dan Windows

6

Presentasi

SMTP (Simple Mail Transfer Protocol)

Protokol untuk pertukaran mail

SNMP (Simple Network Management Protocol)

Protokol untuk manejemen jaringan

Telnet

Protokol untuk akses dari jarak jauh

TFTP (Trivial FTP)

Protokol untuk transfer file

5

Sessi

NETBIOS (Network Basic Input Output System)

BIOS jaringan standar

RPC (Remote Procedure Call)

Prosedur pemanggilan jarak jauh

SOCKET

Input Output untuk network jenis BSD-UNIX

4

Transport

Transport

TCP (Transmission Control Protocol)

Protokol pertukaran data beroriantasi (connection oriented)

UDP (User Datagram Protocol)

Protokol pertukaran data non-oriantasi (connectionless)

3

Network

Internet

IP (Internet Protocol)

Protokol untuk menetapkan routing

RIP (Routing Information Protocol)

Protokol untuk memilih routing

ARP (Address Resolution Protocol)

Protokol untuk mendapatkan informasi hardware dari nomer IP

RARP (Reverse ARP)

Protokol untuk mendapatkan informasi nomer IP dari hardware

2

Datalink

LLC

Network Interface

PPP (Point to Point Protocol)

Protokol untuk point ke point

SLIP (Serial Line Internet Protocol)

Protokol dengan menggunakan sambungan serial

MAC

Ethernet, FDDI, ISDN, ATM

1

Fisik

Standarisasi masalah jaringan tidak hanya dilakukan oleh ISO saja, tetapi juga diselenggarakan oleh badan dunia lainnya seperti ITU (International Telecommunication Union), ANSI (American National Standard Institute), NCITS (National Committee for Information Technology Standardization), bahkan juga oleh lembaga asosiasi profesi IEEE (Institute of Electrical and Electronics Engineers) dan ATM-Forum di Amerika. Pada prakteknya bahkan vendor-vendor produk LAN bahkan memakai standar yang dihasilkan IEEE. Kita bisa lihat misalnya badan pekerja yang dibentuk oleh IEEE yang banyak membuat standarisasi peralatan telekomunikasi seperti yang tertera pada Tabel 2.

Tabel 2. Badan pekerja di IEEE

Working Group
Bentuk Kegiatan
IEEE802.1 Standarisasi interface lapisan atas HILI (High Level Interface) dan Data Link termasuk MAC (Medium Access Control) dan LLC (Logical Link Control).
IEEE802.2 Standarisasi lapisan LLC.
IEEE802.3 Standarisasi lapisan MAC untuk CSMA/CD (10Base5, 10Base2, 10BaseT, dll.)
IEEE802.4 Standarisasi lapisan MAC untuk Token Bus.
IEEE802.5 Standarisasi lapisan MAC untuk Token Ring.
IEEE802.6 Standarisasi lapisan MAC untuk MAN-DQDB (Metropolitan Area Network-Distributed Queue Dual Bus.)
IEEE802.7 Grup pendukung BTAG (Broadband Technical Advisory Group) pada LAN.
IEEE802.8 Grup pendukung FOTAG (Fiber Optic Technical Advisory Group.)
IEEE802.9 Standarisasi ISDN (Integrated Services Digital Network) dan IS (Integrated Services ) LAN.
IEEE802.10 Standarisasi masalah pengamanan jaringan (LAN Security.)
IEEE802.11 Standarisasi masalah wireless LAN dan CSMA/CD bersama IEEE802.3.
IEEE802.12 Standarisasi masalah 100VG-AnyLAN
IEEE802.14 Standarisasi masalah protocol CATV

4. Ethernet

Ethernet adalah sistem jaringan yang dibuat dan dipatenkan perusahaan Xerox. Ethernet adalah implementasi metoda CSMA/CD (Carrier Sense Multiple Access with Collision Detection) yang dikembangkan tahun 1960 pada proyek wireless ALOHA di Hawaii University diatas kabel coaxial. Standarisasi sistem ethernet dilakukan sejak tahun 1978 oleh IEEE. (lihat Tabel 2.) Kecepatan transmisi data di ethernet sampai saat ini adalah 10 sampai 100 Mbps. Saat in yang umum ada dipasaran adalah ethernet berkecepatan 10 Mbps yang biasa disebut seri 10Base. Ada bermacam-macam jenis 10Base diantaranya adalah: 10Base5, 10Base2, 10BaseT, dan 10BaseF yang akan diterangkan lebih lanjut kemudian.

Pada metoda CSMA/CD, sebuah host komputer yang akan mengirim data ke jaringan pertama-tama memastikan bahwa jaringan sedang tidak dipakai untuk transfer dari dan oleh host komputer lainnya. Jika pada tahap pengecekan ditemukan transmisi data lain dan terjadi tabrakan (collision), maka host komputer tersebut diharuskan mengulang permohonan (request) pengiriman pada selang waktu berikutnya yang dilakukan secara acak (random). Dengan demikian maka jaringan efektif bisa digunakan secara bergantian.

Untuk menentukan pada posisi mana sebuah host komputer berada, maka tiap-tiap perangkat ethernet diberikan alamat (address) sepanjang 48 bit yang unik (hanya satu di dunia). Informasi alamat disimpan dalam chip yang biasanya nampak pada saat komputer di start dalam urutan angka berbasis 16, seperti pada Gambar 3.


Gambar 3. Contoh ethernet address.

48 bit angka agar mudah dimengerti dikelompokkan masing-masing 8 bit untuk menyetakan bilangan berbasis 16 seperti contoh di atas (00 40 05 61 20 e6), 3 angka didepan adalah kode perusahaan pembuat chip tersebut. Chip diatas dibuat oleh ANI Communications Inc. Contoh vendor terkenal bisa dilihat di Tabel 3, dan informasi lebih lengkap lainnya dapat diperoleh di http://standards.ieee.org/regauth/oui/index.html

Tabel 3. Daftar vendor terkenal chip ethernet

Nomer kode Nama vendor
00:00:0C Sisco System
00:00:1B Novell
00:00:AA Xerox
00:00:4C NEC
00:00:74 Ricoh
08:08:08 3COM
08:00:07 Apple Computer
08:00:09 Hewlett Packard
08:00:20 Sun Microsystems
08:00:2B DEC
08:00:5A IBM

Dengan berdasarkan address ehternet, maka setiap protokol komunikasi (TCP/IP, IPX, AppleTalk, dll.) berusaha memanfaatkan untuk informasi masing-masing host komputer dijaringan.

  1. 10Base5

    Sistem 10Base5 menggunakan kabel coaxial berdiameter 0,5 inch (10 mm) sebagai media penghubung berbentuk bus seperti pad Gambar 4. Biasanya kabelnya berwarna kuning dan pada kedua ujung kebelnya diberi konsentrator sehingga mempunyai resistansi sebesar 50 ohm. Jika menggunakan 10Base5, satu segmen jaringan bisa sepanjang maksimal 500 m, bahkan jika dipasang penghubung (repeater) sebuah jaringan bisa mencapai panjang maksimum 2,5 km.

    Seperti pada Gambar 5, antara NIC (Network Interface Card) yang ada di komputer (DTE, Data Terminal Equipment) dengan media transmisi bus (kabel coaxial)-nya diperlukan sebuah transceiver (MAU, Medium Attachment Unit). Antar MAU dibuat jarak minimal 2,5 m, dan setiap segment hanya mampu menampung sebanyak 100 unit. Konektor yang dipakai adalah konektor 15 pin.

    Gambar 4. Jaringan dengan media 10Base5.

    Gambar 5. Struktur 10Base5.

  2. 10Base2

    Seperti pada jaringan 10Base5, 10Base2 mempunyai struktur jaringan berbentuk bus. (Gambar 6). Hanya saja kabel yang digunakan lebih kecil, berdiameter 5 mm dengan jenis twisted pair. Tidak diperlukan MAU kerena MAU telah ada didalam NIC-nya sehingga bisa menjadi lebih ekonomis. Karenanya jaringan ini dikenal juga dengan sebutan CheaperNet. Dibandingkan dengan jaringan 10Base5, panjang maksimal sebuah segmennya menjadi lebih pendek, sekitar 185 m, dan bisa disambbung sampai 5 segmen menjadi sekitar 925 m. Sebuah segmen hanya mampu menampung tidak lebih dari 30 unit komputer saja. Pada jaringan ini pun diperlukan konsentrator yang membuat ujung-ujung media transmisi busnya menjadi beresistansi 50 ohm. Untuk jenis konektor dipakai jenis BNC.

    Gambar 6. Jaringan dengan media 10Base5.

    Gambar 7. Struktur 10Base2.

  3. 10BaseT

    Berbeda dengan 2 jenis jaringan diatas, 10BaseT berstruktur bintang (star) seperti terlihat di Gambar 8. Tidak diperlukan MAU kerena sudah termasuk didalam NIC-nya. Sebagai pengganti konsentrator dan repeater diperlukan hub karena jaringan berbentuk star. Panjang sebuah segmen jaringan maksimal 100 m, dan setiap hub bisa dihubungkan untuk memperpanjang jaringan sampai 4 unit sehingga maksimal komputer tersambung bisa mencapai 1024 unit.

    Gambar 8. Jaringan dengan media 10BaseT.

    Gambar 9. Struktur 10BaseT.

    Menggunakan konektor modular jack RJ-45 dan kabel jenis UTP (Unshielded Twisted Pair) seperti kabel telepon di rumah-rumah. Saat ini kabel UTP yang banyak digunakan adalah jenis kategori 5 karena bisa mencapai kecepatan transmisi 100 Mbps. Masing-masing jenis kabel UTP dan kegunaanya bisa dilihat di Table 4.

    Tabel 4. Jenis kabel UTP dan aplikasinya.

    Kategori Aplikasi
    Category 1 Dipakai untuk komunikasi suara (voice), dan digunakan untuk kabel telepon di rumah-rumah.
    Category 2 Terdiri dari 4 pasang kabel twisted pair dan bisa digunakan untuk komunikasi data sampai kecepatan 4 Mbps.
    Category 3 Bisa digunakan untuk transmisi data dengan kecepatan sampai 10 Mbps dan digunakan untuk Ethernet dan TokenRing.
    Category 4 Sama dengan category 3 tetapi dengan kecepatan transmisi sampai 16 Mbps.
    Category 5 Bisa digunakan pada kecepatan transmisi sampai 100 Mbps, biasanya digunakan untuk FastEthernet (100Base) atau network ATM.

  4. 10BaseF

    Bentuk jaringan 10BaseF sama dengan 10BaseT yakni berbentuk star. Karena menggunakan serat optik (fiber optic) untuk media transmisinya, maka panjang jarak antara NIC dan konsentratornya menjadi lebih panjang sampai 20 kali (2000 m). Demikian pula dengan panjang total jaringannya. Pada 10BaseF, untuk transmisi output (TX) dan input (RX) menggunakan kabel/media yang berbeda.

    Gambar 10. Struktur 10BaseF.

    Gambar 11. Foto NIC jenis 10Base5, 10Base2, dan 10BaseT.

  5. Fast Ethernet (100BaseT series)
  6. Selai jenis NIC yang telah diterangkan di atas, jenis ethernet chip lainnya adalah seri 100Base. Seri 100Base mempunyai beragam jenis berdasarkan metode akses datanya diantaranya adalah: 100Base-T4, 100Base-TX, dan 100Base-FX. Kecepatan transmisi seri 100Base bisa melebihi kecepatan chip pendahulunya (seri 10Base) antara 2-20 kali (20-200 Mbps). Ini dibuat untuk menyaingi jenis LAN berkecepatan tinggi lainnya seperti: FDDI, 100VG-AnyLAN dan lain sebagainya.

5. Desain Jaringan

Pada saat kita telah mengetahui perangkat pendukung untuk membangun sebuah jaringan, maka langkah selanjutnya adalah mendesain jaringan sesuai yang kita perlukan. Apakah jaringan yang akan kita bangun akan berbentuk garis lurus (bus), bintang (star), lingkaran (ring), ataukah jaring (mesh) yang paling rumit? Juga apakah kecepatan transmisi jaringan kita merupakan jaringan rendah sampai menengah (beberapa M s/d 20Mbps), jaringan berkecepatan tinggi (ratusan Mbps) atau berkecepatan ultra tinggi (lebih dari 1Gbps)? Demikian pula media apa yang akan kita gunakan, apakai berbentuk jaringan kabel (wireline) atau memanfaatkan gelombang radio (wireless)? Yang terakhir, apakah jaringan kita untuk jaringan utama (backbone LAN) ataukah jaringan biasa (floor LAN) yang tentu saja memerlukan prasarana yang berbeda. Mungkin Tabel 5 bisa dibuat sebagai referensinya.

Tabel 5. Faktor-faktor mendesain LAN

Jenis LAN Topologi Bus
Star
Ring Token Ring
Token Bus
Mesh
Kecepatan Menengah (beberapa s/d 20 Mbps)
Tinggi (100 s/d ratusan Mbps)
Ultra (lebih dari 1 Gbps)
Media transmisi Kabel (wireline)
Gelombang radio (wireless)
Tingkatan LAN Utama (backbone LAN)
Biasa (floor LAN)

6. Penutup

Demikianlah setelah kita membicarakan dan mengenal beberapa alat dan sarana untuk sebuah jaringan, diharapkan akan lebih membuka wahana dan pengetahuan kita dalam merencanakan pembuatan sebuah jaringan. Setelah itu kita akan berusaha menelusuri lagi pembicaraan dari segi software, bentuk jaringan dan beberapa pemanfaatannya dalam tulisan selanjutnya dibagian ke-dua.

Referensi:

  1. UNIX User Japan, Ed. 7, Vol. 5, No. 70, Mei 1998.
  2. O. Koizumi, "Zukaide wakaru LAN nosubete," Nihon Jitsugyo Shuppan, Tokyo Agustus 1998.
  3. Linux Japan, Ed. 2, Vol. 1, No. 4, Januari 1999.
  4. H. Koyama, et.al, "Linux nyuumon," Toppan-shuppan, Tokyo, Oktober 1996.
  5. Maebara, "Linux de Internet," Fuki-shuppan, Tokyo, April 1996.
  6. http://www.datatelsup.com/, http://www.3com.co.jp/, http://www.sun.com/, http://www.dell.com/
  7. http://www.ieee.org/, http://www.linux.or.id/, http://www.pii.or.id/elektro

 Kuliah Berseri
   Web Programming
   Cepat Mahir ASP
   Web Bisnis dg Frontpage
   Teknik Pemrograman PHP
   Aplikasi Java Enterprise
   Cepat Mahir ColdFusion
   Linux dan Sistem Operasi
   Migrasi Windows-Linux
   Linux Gazette Indonesia
   Serial Dokumentasi WinBi
   Membangun Server Linux
   Mengenal Game di Linux
   Cepat Mahir Linux
   Cepat Mahir Bochs
   Cepat Mahir Win2000Srv
   Cepat Mahir OpenBSD
   Core Programming
   Pemrograman Socket dg C
   Cepat Mahir Bahasa Pascal
   Konsep OOP dengan C++
   Pemrograman Assembly
   Cepat Mahir Bahasa C
   Cepat Mahir Algoritma dl C
   Algoritma & Pemrograman
   Pemrograman C dg Turbo C
   Teknik & Logika  Pemrograman
   Pemrograman Aplikasi
   Dasar Pemrograman Java
   Berfikir Objek dan Java
   Tips-Tips Java
   Tips-Tips J2ME
   Tips dan Trik JSP
   Pemrograman QT dan KDE
   Pemrograman Clipper
   Tips Visual Basic
   Cepat Mahir Python
   Cepat Mahir VB .NET
   Cepat Mahir VB 6
   Cepat Mahir Aplikasi C/S
   Cepat Mahir MMF
   Pocket PC Programming
 dg Visual C++
   JSP Sample
   Jaringan dan Sekuriti
   Panduan Infrastruktur WiFi
   Pengantar Jaringan VOIP
   Mengolah Citra Mobil Robot
   Tutorial Software Aplikasi
   Cepat Mahir Photoshop 7.0
   Menguasai Photoshop 7.0
   Cepat Mahir Corell Draw 11
   Turbo FTP
   Animasi Flash dg SwishMax
   Iklan Produk 3DMax
   Cepat Mahir Photoshop 8
   Sistem Informasi
   Computer Based Information  System (CBIS)
 Artikel Populer
   Bioinformatika
   Bioinformatik & Kedokteran
   Diskusi Bioinformatika
   Bioinformatika dlm Virologi
   Jaringan dan Sekuriti
   Mengintip Host dg NMAP
   Hacking dengan Netcat
   15 Serangan Cracker
   Masa Depan Sekuriti
   TCPDump Analisa Network
   Mengenal VPN Dynamic
   Bandwidth dan Throughput
   Mengenal Delivery Chanels
   Serangan Denial of Service
   Tentang Kode Jahat/Perusak
   Belajar Menjadi Hacker
   Mencari Tools Hacking
   Tentang Social Engineering
   Olimpiade Hacker di Jepang
   Mengenal IPV6
   Manajemen IP Address
   Keamanan pada WiMAX
   Membuat Voip dg Mesin
 Cisco Seri 2621XM
   Monitor Jaringan dg Looklan
   Membuat Jaringan VoIP dg  Asterisk & X-Lite
   Konfigurasi ISDN
   Pemrograman
   Kriptografi dg VB.NET
   Java 1.5 Generics
   Membuat Aplikasi PDA
   Kelas Virtual dg Java
   Tentang Pemrograman
   Penggunaan Proxy Object  Dan Command Pattern
   Aplikasi Chatting dg Java
   Membuat CGI dg Pascal
   Awal dari Segalanya
   Katakan Cinta dgn Java
   Aplikasi Ponsel dg VC++
   HTML Report dgn Delphi
   Java Web Service
   Kalkulator dg VB6
 

 Hacking dan Phreaking

   Java Real Time
   Regex menggunakan VB.NET
   Media Player dgn JMF
   Pemrograman ADO.NET
   Pemrograman Buku Tamu dg  validasi email
   Normalisasi Database
   INOCHI Software Pascal
   Dasar Komputer
   Mengenal Character Set
   Mengenal Virus Komputer
   Sejarah Mouse
   Web dan Internet
   Strategi eLearning Gratis
   Mailserver dengan Postfix
   Sharing Internet di Linux
   XML Web Services
   Pengantar RSS
   Tentang Software P2P
   Cari Kerja di Internet
   Masyarakat Underground
   Komunitas Indonesia diNet
   Tentang Netiket
   Mengenal PHPTriad
   Proyek Digital Library
   Arsitektur Internet Banking
   Masyarakat Cyber Indonesia
   Istilah dalam Milis
   Tentang Data Mining
   Penerapan Data Mining
   Membuat Website Dengan
 PHP
   Sharing Internet di Win XP
   Identifikasi Keaslian Foto
 Digital
   Installasi FoxServ 3.0
   FLASH MX Bagi Pemula
   Berinternet dengan Ponsel
   Hak Atas Kekayaan  Intelektual ( HAKI )
   HAKI dlm pendidikan
   Mengenal Google Mendalam
   Membuat blog dengan  Dreamweaver MX
   Hardware
   Trend Supekomputer Dunia
   Komputer 10 GHz
   Tek. Pendingin Prosesor
   Rahasia di balik Kepingan
 CD
   Proteksi Komputer dg UPS
   Design Prosesor Intel
   DVD: Format dan
 Perdebatannya
   Digital Mark Reader (DMR)
   Pengantar Teknologi
 Bluetooth
   Instalasi UPS
   Penampil biaya telepon
   Sistem Informasi
   Mengenal EAI
   SIG untuk Tata Guna Lahan
   Sinergi Sistem Informasi
   Mengenal Sistem TI
   ERP Infrastruktur
   Refleksi TI PerBankan
   Inovasi Dunia Pendidikan
   Sekilas GIS
   Knowledge Management
   Panduan Seminar Gratis
   Spiralisasi Pengetahuan
   KM dan KS Bidang Pangan
   Analisa Kritis tentang CIO
   Mendirikan Perusahaan IT
   Model Usaha di Internet
   Visi Bangsa Abad 21
   Sekilas Tentang KM
   Bertanya dengan Cerdas
   ePost: Konsep Baru
 Pengiriman
   Software Aplikasi
   Aplikasi Kamus Arab Online
   Aplikasi Wireless dgn J2ME
   OTA Provisioning pada J2ME
   NTT DoCoMo i-appli
   OS untuk Mobile Device
   Konfigurasi OpenOffice
   Teknik Seleksi Photoshop
   Manajemen CD dg Cathy
   Konsep Bitrate Video
   Perangkat Lunak Akuntansi
   Unix dan Opensource
   FREESCO Linux Router
   Knoppix - Linux on CD
   Dasar-Dasar Shell
   Linux dan Open Source
   Mengenal Unix BSD
   Opensource untuk Bisnis
   Linux PDA dg Zaurus
   Jaringan Non-HDD di Linux
   Mengenal User Mode Linux
   Mengatur Partisi Hardisk
 untuk Multi OS
   Installasi Perangkat
 Infra Merah di Linux
   Remastering Mandriva 2006
   .NET di Linux dg Mono
 Makalah Penelitian
   Artificial Intelligence
   Parallel Genetic Algorithm
   Identifikasi Kerusakan  Sambungan Telepon
   Software Engineering
   Pustaka Turbo C
 Thesis dan Disertasi
   Jaringan dan Sekuriti
   Network Service Infra
   Network Capacity Planning
   Softcomputing and AI
   Information Analysis dg SC
   Expert System For Structural  Analysis And Design Of  Communication Tower
 Resource IT Bermanfaat
   Project Pengembangan TI
   Buku Putih TI
   Peraturan dan UU TI

Copyright 2003-2006 IlmuKomputer.Com. All Rights Reserved
Supported by Gegar Technologies